Leardership Training Women Pastor,s GKPS

 LEADERSHIP TRAINING WOMEN PASTOR GKPS

Fasilitator                                 : 1. Tim WCC Sopou Damei 3 Orang

  1.             Pdt.Dr. Paul Ulrich Munthe (Sekjend GKPS)
  2.             Pdt Yusni Saragih, MTh
  3.             Tim Outbound Lentera Kompetensi
  4.              Pdt. MURTINI (LPPS GKJ, GKI YOGYAKARTA)
  5.              Kadep. Pelayanan: Pdt. Aman Saud Purba
  6.              Kabid. Pengmas GKPS : Pdt Firdaus Purba

Waktu                                     : 3 – 5 Juli 2018

Tempat                                   :Pusat Spritualitas Karmel Tanjung Pinggir

Peserta Yang Hadir                : 13 Orang

  1. PENDAHULUAN

Registrasi dimulai dari jam 11.00

Ibadah jam 12.20

Dibawakan Pdt.Amin Saud Purba (Kadep Pelayanan)

Leadership sangat banyak dibicarakan ,Tapi sangat sedikit yg berbicara tentang menjadi followers. Pemimpin itu utamanya bukan posisi tapi fungsi. Fakta yang ada sering menunjukkan bahwa kepemimpinan itu adalah posisi.

Contoh : saat acara penahbisan pendeta ada acara penyambutan, perayaan yang sungguh luar biasa , seolah-olah itulah puncak dari kependetaan.

Kepemimpinan itu adalah proses memengaruhi..dimana pun kita berada.Dengan aksi dan tindakan yg justru bisa memengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama.

Ise na sihol terkemuka ..hendaklah ia menjadi hamba , pelayan.

Masing masing orang punya karakter kepemimpinan yang khas, Namun yang dihapakan disini ada keinginan untuk mengangkat kehidupan orang lain.

Kepemimpinan berkembanga karena : bakat, dipelajari, hidup bersama, melayani .

Kepemimpinan juga adalah SENI, sebagai pelaku, bisa juga sebagai “sutradara”.

Pelatihan yang dilakukan selama tiga hari ini bersama dengan fasilitator yg sdh ada bisa memperlengkapi menjadi pemimpin yang melayani. Amin.

 

 

  • PEMBUKAAN OLEH DEPARTEMEN PELAYANAN : Pdt. Firdaus (Pengmas)

Kadep Pelayanan domma marganti humbani Pdt. Aleks Sitopu hubani Pdt. Aman Saud Purba.

Departemen pelayanan ada beberapa bidang : KESEJAHTERAAN, PENGMAS,

Jadi WCC Sopou Damei ada dibawah kordinasi bidang PENGMAS.

Kepemimpinan bakku sejak jadi pandita tolu on do na hujolom ai ma :

  1. Pelayan,
  2. Pengurus
  3. Gembala

Selagi masih muda GIAT LAH MELAYANI.

Selamat mengikuti pelatihan.

Tim WCC Sopou Damei Oleh koordinator menjelaskan tentang tujuan kegiatan , peserta yang hadir & Tidak hadir , dan Kontrak belajar .

Makan Siang Pukul 13.20 – 14.17

 

  1. Sesi I “ Be A Good Leader

Oleh Tim Lentera /Bapak David Sumbayak

Setiap peserta harus mengucapkan salam semangat Pagi “ artinya punya semangat seperti dipagi hari walau sudah sore atau malam hari.

Setiap peserta diharuskan untuk membuat yel yel perkelompok, untuk menyadi yel yel gabungan .

Apa kabar leader GKPS maka peserta akan menjawab :Baik sukacita luar biasa.

Pada Season ini dijelaskan apa tujuan , kontrak belajar selama dua hari ini ,mengikuti kegiatan selama kegiatan

Setiap peserta diberikan pertanyaan . Apa harapan anda dalam mengikuti pelatihan ini?.

Pdt. Saragih :Semoga ada pencerahan setelah kegiatan ini.

Pdt.Purba     : Semoga menjadi perempuan pemimpin yang berkualitas.

Bapak David Sumbayak meminta tanggapan dari peserta tentang gambar yang ada didepan 2 orang yang sedang membaca Koran 1 berpakaian compang camping dan satu lagi berpakaian yang rapi.

Hasil yang baik itu adalah musuh dari luar biasa , sehingga kita akan selalu dan terus mencoba untuk terus menjadi yang lebih baik.

Pembagian 2 kelompok tim merah & Tim hijau.

Tim Merah (Pekok )     : 1.Pdt. Deliana

                                    2.Pdt Melena

                                    3.Pdt.Sri Johana

  1. Pdt.Roh Dearni
  2. Pdt. Indah Saragih
  3. Pdt Suhana
  4. Pdt Sophia

 

Tim Biru (Kwek kwek) 1. Pdt Donna

  1. Pdt Nova
  2. Pdt Eka
  3. Pdt Rohma sovia
  4. Pdt Novita Purba
  5. Pdt Maya

Masing masing tim membuat yel yel ,yang akan menjadi salah satu kriteria penilaian untuk menentukan tim terbaik.

Membuat Game dengan nama permainan Magic Stick

Snack Pukul 16.11 – 16.30

  1. Season II “ Evaluasi”

Oleh Tim Lentera Pukul 16.30

Evaluasi team biru

Pdt Donna        : Biru kami gagal karena tidak ada leader ,teknis /cara nya yang belum sesuai.

Pdt Maya         : Kurang keseimbangan

Evaluasi team merah

Pdt Sri Johana: Kami gagal karena pakaian kami kurang nyaman menggunakan rok ,team/peserta kami kaku .

Pdt Deliana      : Kami terlalu fokus ke tangan kami semntara kami tidak memperhatikan stik .

Pdt Melena       : Kami fokus ke orang lain sehingga diri sendiri tidak diperhatikan.

Evaluasi Bapak Sumbayak : Kunci nya adalah fokus . Ketika ada menjadi leader pastikan perhatian orrang lain ke anda .

Yang perlu diingat hanya pemimpin yang mampu membuat perubahan .

Siapa yang disebut Good Leader = Orang yang mampu menginspirasi dan mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan sehingga orang orang mengerjakan hal terbaik mereka dengan sukarela.

Pemimpin yang baik harus mampu menginspirasi bukan mendominasi ,kerja sama , bukan mengintimidasi.

Ada 3 C Syarat jadi pempimpin

Confidence         = Berani Mecoba , selalu mengembangkan diri , pantang menyerah.

Communikation = Kemampuan mendengarkan , kemampuan menyampaikan, memberi umpan balik.

Cooperation     = Membuka hubungan, Menjaga hubungan , Mengembangkan hubungan.

Jika ingin menjadi pemimpin sadari dulu apa kelemahan dan kelebihan diri anda.

Dengan memberikan copyan berisi tes pengenalan diri kepada seluruh peserta.

Pemimpin yang hebat akan tau bagaimana rasanya jadi anak buah.

 

  1. Sessi III “ Kepemimpinan Pendeta Perempuan GKPS”

Oleh Bapak Pdt Paul Ulrich Munthe Sekjend GKPS

Pukul 17.50

Kepemimpinan proses dan tindakan memimpin.

Dari sekian banyak pemimpin yang ada di dunia ini, tidak seberapa yang memiliki kualifikasi sebagai pemimpin yang berdampak (Influential leader).

Pemimpin yang berdampak adalah orang yang mengggunakan pengaruhnya untuk mentranformasi dunia disekitar mereka dan memberi dampak baik sebagai hasil kepemimpinanya.

Pemimpin yang baik itu tidak akan memaksa orang lain untuk selalu menggapnya sebagai pemimpin. Tetapi seorang pemimpin akan dinilai orang dari perbuatan nya dan tinggkah lakunya .

Pemimpin kristiani akan mengutamakan nilai kekristenan daripada nilai yang lain.

Seorang pempimpin harus memahami dan hidup didalam visi organisasi/ gereja.

Visi seorang pemimpin harus sejalan dengan visi organisasinya /gereja.

Pemimpin ada disetiap komunitas.

Menjadi pendeta adalah pemimpin yang paling sulit kata bapak sekjend karena terdiri dari berbagai profesi yang harus dipimpin contoh polisi tni guru petani tamat sd smp sma dll.

Memimpin itu adalah anugrah (gratia), pemberian Allah yang patut disyukuri.Menyadari kepemimpinan itu adalah anugrah maka kita akan menyadari ada yang lebih besar dan berkuasa daripada kita.Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil ,buka ruang untuk kehadiran Tuhan .

Yang perlu diperhatikan dan dipahami isi ayat alkitab ayat 1 Petrus 5 :1-4.

  • Gembala dan panggilanNYA = Gembala akan selalu membawa dombanya untuk menyadari konteksnya,
  • Gembala dan jemaat hidup dalam norma dan aturan yang jelas.
  • Gembala dan jemaat hidup ditengah masyarakat yang majemuk.
  • Gembala dan jemaat berada dalam dunia yang selalu berubah.

Seorang gembala tidak harus mengubah dirinya seperti dunia ini untuk menunjukkan perubahan. Perubahan kepada yang lebih sempurna berarti perubahan yang membawa kita lebih memahami dan mengenal apa yang kita lakukan. Kata kunci ‘DO MORE”

Pdt Malena : Langkah langkah apa lah yang harus ada sama kami supaya ada bekal sama kami pendeta perempuan , dan supaya kami lebih istimewa disbanding pendeta laki laki .

Bapak Sekjend : Tidak ada perbedaan antara pdt laki laki dan perempuan , perbedaan nya hanya dikodrat saja . Pdt perempuan di GKPS 295 orang ,pada sampai tahun 90 an masyarakat masih menginginkan pdt laki laki untuk melayani . Tetapi sekarang kesempatan itu sudah terbuka untuk kita masyarakat sudah menerima keberadaan pdt perempuan ,jangan paksakan nasiam(pdt prempuan) jadi sama seperti dalahi tetapi jadilah perempuan ,perempuan yang punya sifat yang lembut, tetaplah jadi inang .Jangan pernah mengatakan hanami kan daboru do nasiam ma da. DO MORE

Ibadah malam 19.30 oleh Pdt Deliana Dan Pdt Melena br Turnip.

Makan Malam Pukul 19.50

Rabu 4 juli 2018

  1. Sesion IV “Out bound Sungai Beracun”

Oleh tim Lentera pukul 6.30 – 7.30

Yang dibagi menjadi 2 tim tim merah dan tim hijau , dalam permainan ini tim merah yang jadi pemenangnya.

Sarapan pukul 07.00 – 8.30 dilanjutkan dengan ibadah diruang Ekaristi yang dibawakan oleh tim merah mewakili pdt suhana membawakan firman dan pdt sofia yang bawakan doding .

  1. Sesion V “ Evaluasi Sungai Beracun”

Dibawakan Oleh Tim Lentera /Bapak David Sumbayak pukul 8.30 – 10.00

Diawali dengan menguji konsentrasi peserta dengan game setiap peserta mengitung mulai dari satu dengan aturan peserta harus mengatakan tenot saat asa kelipatan 3.

Dalam game ini yang jadi pemenangnya pdt donna pdt eka dan pdt novita.

Yang bisa diambil dari game ini bahwa seorang pemimpin tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Nama Tim Evaluasi Efektif In Efektif
Pdt Roh Derni Merah Saling mendengarkan

Saling menolong ,

Konsentrasi,menahan diri.

Kurang memahami,

 

 

Pdt Donna Hijau Fokus,Komunikasi, Tenang,Saling Menopang,Mau mendengar Tidak santai

Lama menemukan cara yang baru

Kenapa ketika tim gagal kita selalu menyalahkan teman , tetapi ketika tim berhasil kita selalu mengatakan itu hasil kerja sama kita. Tapi mari coba ubah pandangan dengan kalau ada kesalahan teman itu juga termasuk kesalahan kita , sehingga kita akan sama sama dalam menopang dan menolong untuk mencapai keberhasilan.

Leader yang baik bukan dilihat hanya dari cara kerja dia sendiri , tetapi mampu menjaga hubungan dengan bawahan atasan dan team /Patnership. Mari kita latih softskill dan hardskill kita .

  1. Sesion VI “ Process Of Leadership “

Oleh ibu Murtini dari LPPS Yogyakarta pukul 10.00

Pembahasan ada didalam bahan

Pdt Dona S          : Menurut saya kepemimpinan itu berbicara tentang pengaruh , bagaimana saya seorang pendeta bisa memberikan pengaruh bagi orang lain.

Pdt Roh dearni : kepemimpinan itu teknik mempengaruhi orang lain Lain dengan sukarela.

Snack pukul 09.50 – 11.25

  1. Sesion VII “ Evaluasi “

Oleh ibu murtini dimulaipukul 11.30

Penerapan untuk Pelayanan

  • Sering kali komunikasi gagal karena kecenderungan sseseorang berinteraksi tanpa ia sadari
  • Kadang kadang kita merasa tidak senang kepada orang secara spontan tanpa kita tau apa penyebabnya

Pengalaman melayani setelah mutasi

Pdt Novita : jemaat saya punya luka batin tentang pendeta sebelumnya ,sehingga tiba saya masuk jemaat sangat cuek ,karena sudah berpikir tidak baik tentang sebelumya, setelah kami telusuri 3 tahun selanjutnya puji Tuhan pemahaman mereka sudah mulai berubah karena kami tidak melakukan apa yg dilakukan pendeta sebelumya .

  1. Sesion VIII “ Analisis Stake Holder “

Oleh ibu Murtini pukul 12.00

Apa tuntutan jemaat

Pdt Nova : tuntutan nya(kuria) yaitu harus selalu siap siaga tiba tiba ada jemaat yang marujung goluh

Pdt Sri     : Tuntutanya harus sempurna.

Tuntutan suami

  • Saya yang memegang uang

Kepentingan suami

  • Kebutuhan = keamanan finansial
  • Harapan = membeli rumah sendiri

Dalam konflik jangan hanya melihat penyebab nya saja tetapi kenali akar dan pokok masalah nya .Cari dan temukan siapa yang akan jadi mediator. Karena Gereja adalah pembawa damai gereja tidak boleh diam jika terjadi kerusuhan dalam jemaat.

  1. Sesion X Penugasan Estafet Bola

Oleh tim lentera pukul 15.00 – 17.30 dalam sesi ini lentera 2 sesi .sesi yang 1 dengan game mengeluarkan holly up dan bola dari pipa . dalam game ini peserta masih konsisten walau hujan datang , namun ada 2 orang tim merah yang gugur , jadi bisa dikatakan dalam permainan ini tim hijau yang menang . dilanjutkan snack .

  1. Sesion XI

Oleh ibu murtini dari LPPS Yogyakarta pukul 17.30 –19.00

Diskusi kelompok dibagi dengan 3 kelompok. Kelompok 1. Pdt.Rohdearni Purba, Pdt .Suhana , Pdt Indah. Kelompok 2 . Pdt Sovia , Pdt Nova , Pdt Eka. Kelompok 3, Pdt Rohma sovia, Pdt donna , Pdt Sri karo karo.

Dengan topik : Mendiskusikan persoalan kepemimpinan apa saja kah yang dihadapi perempuan pendeta dalam melaksanakan kepemimpinanya di Gereja!

Nama/Kel Persoalan yang dihadapi
1 . Pdt Sofia Sinaga , Pdt Sri , Pdt Donna 1.      Pendeta Perempuan dianggap kurang mampu dibidang laki laki.

2.      Tugas & Tanggung jawab seorang pendeta perempuan sebagai pemimpin , istri & ibu sering berbenturan

3.      Jemaat(Kaum bapa)menjaga jarak untuk berinteraksi dengan pendeta perempuan

4.      Pendeta perempuan tanpa sadar sering terbawa perasaan

5.      Tradisi orang simalungun yang kurang mendengarkan pendapat pendeta perempuan walaupun yang disampaikan itu benar.

2.Pdt sofia purba, pdt nova , pdt eka 1. Jemaat bekum menerima sepenuhnya kehadiran     pendeta perempuan (Sebagian kecil).

     2.     Masih ada perbandingan ditengah tengah jemaat, pendeta perempuan dan pendeta laki laki.

       3.   Pendeta perempuan dianggap tidak ful dalam melayani

       4.       Dalam konteks “Gereja Suku” dan budaya batak “ tidak layak memimpin tapi dipimpin.

       5.       Sebagian jemaat beranggapan bahwa berkat disampaikan pendeta laki laki lebih sah.

 

3.Pdt Rodearni, Pdt indah, pdt suhana        1. Pola pikir yang menganggap perempuan tidak mampu secara fisik

2 . Secara budaya perempuan kurang dipakai untuk memimpin.

3.Secara sosial jemaat merasa sungkan berkomunikasi dan pendeta perempuan.

       4. Sering diberikan julukan cerewet.

 

            Orang yang mengkritik saya berarti dia memperhatikan saya , jangan lupa ucapkan terimakasih dan perbaiki diri positif thinking.

Pdt Rodearni : Setiap mau tardidi kan ada formulir yang harus diisi , tetapi ada satu jemaat yang buat 2 ribu setiap sub dalam formulir . Saya menghubungi semua pimpinan jemaat kenapa 2 rb katanya sudah diingatkan . Ternyata belum diingatkan ,satu hal yang mau saya katakana saya sulit memafkan orang yang berbohong.

Ibu martini       : Lakukan pendekatan dan ingat hal yang positif . karena biasanya ada hal yang kurang dalam dirinya .

Kamis 5 juli 2018

Pdt. Rohma Y.Sopia Sinaga.

  1. Sudah menempatkan diri menjadi partner tapi dia tdk mau menjadi partner kita… dia selalau berjalan sendiri..bagaimana ini. bagaimana caranya menjadikan dia sebagai sahabat atau partner dalam pelayanan walau sdh sabar menahan diri tapi tetap dipancing.
  2. Ditengah jemaat, dlm kepemimpinan tuhan yesus, yang mengajak/ennoble…tapi ditanggapai dengan negative. Miskin tapi sombong..utk menyatakan bahwa mereka tidak perlu orang lain.

 

Ketika kita akan melakukan perubahan , kita harus mengenal dulu, dengan melakukan analisis.

Kecenderungan jemaat yang dilayani lebih dari 1 pendeta, secara tdk langsung mengarahkan jemaat untuk memilih dan membandingkan.

 

Pdt. Sopie :

  1. Bagaimana menjadikan sbg pemimpin yang baik.

Selalu melakukan refleksi

Pdt, maya :

  1. Bagaimana mendekati seorang pemimpin yang otoriter.

Analisa… dan mulai dari diri sendiri.

 

Pdt. Rode : tipe kepemimpinan yang aspiratif itu menajdi kan pendeta atau pemimpin yg tidak tegas.

Kadang kadang otoriter itu diperlukan.

Sbg hamba atau eplayan , apakah semua harus kita lakukan ? harusnya ada batas batas atau pendelegasian tugas. Sbg pelayan wajarkah kalau pelayan mengharapkan “balas jasa”, dan berbicara ttg uang… bagaimana ini ???

Pendelegasian itu penting , bagaimana spy semua berdaya guna. Tegas tdk sama dgn otoriter.

Tegas dalam hal nilai, bukan utk mengintimidasi , menrendahkan atau

 

  1. Sesion XII

Fasilitator : Pdt Yusni Saragih pukul 11.00- 13.00

            Topik          : Model Kepemimpinan Dalam Alkitab

Kelompok Model Kepemimpinan Tanggapan
Markus 10 : 41 – 45 Lukas 22 : 26-27 Yohannes 15:15  
  ModeLkepemimpinannya menjadi seorang hamba, rendah hati mau melayani. ModelKepemimpinanya menjadi seorang pelayan ,mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri,mau terjun langsung didalam melayani Menjadi sorang sahabat,tidak mengangap dirinya lebih tinggi daripada oranglain , serta mau menerima masukan Model kepemimpinan yang 3 ini menggambarkan model kepemimpinan Tuhan Yesus, dan sangat bagus untuk diterapkan dalam pelayanan sebagai seorang hambar.

-Mengajari dan mengarahkan kita untuk menjadi pemimpin yang tidak otoriter ,tidak egois dan mau mengintropeksi diri sendiri.

       
 

Pukul 13.00 Sebelum Pulang Diadakan RTL (Rencana Tindak Lanjut ) Yang dibawakan oleh Koordinator WCC Pdt Julinda Sipayung, MSi

Rencana apa yang akan dilakukan setelah diadakan kegiatan ini .

Pukul 13.30 Makan Siang

S-A-Y-O-N-A-R-A

Kami Tim WCC Mengucapkan terima kasih kepada seluruh Bapak /Ibu Fasilitator ,Bapak Kadep Dan Pengmas GKPS , Peserta LTWP Yang sudah hadir , dan yang belum dapat hadir semoga bisa bergabung dengan kami dikegiatan selanjunya , Terimakasih yang sebesar besarnya kami ucapkan kepada Penyedia Tempat Pusat Spritualitas Karmel Karena sudah menyediakan tempat dan melayani kami dengan sangat baik .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments

comments

Updated: Juli 12, 2018 — 8:24 am